Keindahan Dalam Hidupku Ada Pada Bahasa

analisa semantik

                                                                                                                                                                ANALISA KESALAHAN BAHASA ASING

 PADA LEVEL SEMANTIK

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

ILMU al-LUGHAH at-TATHBIQY

Oleh :

                                                       Jeinur Dedik Irvalistyo(D32209014)

Dosen Pembimbing :

Ustdz Ida Miftahul Jannah , M.Pd.I

FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SUNAN AMPEL

SURABAYA

2011

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan kita dan senantiasa meridhai amal ibadah kita. Kesejahteraan dan keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi agung Muhammad SAW. Kami bersyukur kepada Ilahi Rabbi yang telah memberikanhidayah serta taufik-Nya kepada kami, sehingga makalah yang berjudul “ANALISIS KESALAHAN BAHASA ASING PADA LEVEL SEMANTIK” dapat terselesaikan.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah ILMU al-LUGHAH at-TATHBIQY. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kamiserta mahasiswa-mahasiswi PBA pada umumnya. Semoga para pembaca dapat memahami materi-materi perkuliahan dalam kajian pembelajaran bahasa arab.

Amin.…Ya Rabbal ‘Alamin………..

Surabaya, 31 Maret 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………..*

DAFTAR ISI……………………………………………………..……..*

BAB I: PENDAHULUAN………………………………………………*

    1. Latar Belakang………………………………………………….*
    2. Rumusan Masalah……………………………………………….*
    3. Tujuan Penulisan………………………………………………..*

BAB II: PEMBAHASAN………………………………………………*

2.1 Pengertian Analisis………………………………..……………*

2.2 Pengertian Kesalahan Berbahasa……………………………….*

2.3 Untuk Apa Menganalisa Bahasa………………………………..*

2.4 Pengertian Semantik…………………………………………….*.

2.5 Analisa Kesalahan Bahasa Asing Pada Level Semantik…………*

2.5 Tujuan dan manfaat dalam analisa berbahasa …..………………*

2.6 Cara-cara agar kita terbiasa menggunakan makna yang

sesuai dalam bahasa……………………………………*

2.7 langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan guru agar

dapat memaksimalkan analisa kesalahan

dengan pembenarannya………………………………*

BAB III: PENUTUP…………………………………………………………..*

2.8 Kesimpulan………………………………………………………*

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………*

BAB I

PENDAHULUAN

    1. LATAR BELAKANG

Bahasa merupakan salah satu milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa, malahan pada waktu tidurpun tidak jarang ia memakai bahasa . Pada waktu manusia kelihatan tidak berbicara, pada hakikatnya ia masih juga memakai bahasa,karena bahasalah alat yang dipakainya untuk membentuk pikiran dan perasaannya,keinginan dan perbuatan-perbuatannya alat yang dipakainya untuk mempengaruhi dan dipengaruhi dan bahasa adalah dasar pertama-tama dan paling berurat akar dari masyarakat manusia. Bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun buruk,tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa juga bagi budi manusia. Dari pembicaraan orang kita bisa menangkap tidak saja keinginannya tetapi motif keinginannya, latar belakang pendidikan,pergaulannya, adat istiadatnya dll. Salah satu kegiatan manusia yang setiap hari dilakukan adalah berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, bahasa memiliki peranan penting untuk menyampaikan berita.
Untuk menyampaikan pesan, amanat, ide, dan pikiran. Fungsinya adalah agar segala sesuatu yang disampaikan dapat dimengerti. Namun, dalam menggunakan bahasa tersebut pemakai bahasa tetaplah mengikuti kaidah-kaidah atau aturan yang benar karena bahasa yang benar akan dijadikan acuan atau model oleh rnasyarakat pemakai bahasa, dan ragam itu digunakan dalam situasi resmi. Kenyataannya sekarang banyak pemakai bahasa yang tidak menyadari bahwa bahasa yang digunakan tidak benar atau masih terdapat kesalahan-kesalahan. Dengan diadakan analisis kesalahan berbahasa ini diharapkan para pelajar mahasiswa yang berada pada jurusan bahasa khususnya dapat mengetahui kesalahan yang seringkali dilakukan serta berusaha untuk segera memperbaikinya yang kelak diharapkan akan menjadi guru yang profesional.

    1. RUMUSAN MASALAH

1.Uraian singkat tentang apa definisi analisis itu ?

2.Uraian singkat tentang apa kesalahan berbahasa itu?

3. Untuk apa menganalisa bahasa ?

4. Apa tujuan dan manfaat yang akan dicapai dalam analisa berbahasa ?

5. Langkah-langkah apa dalam analisis kesalahan berbahasa ?

    1. TUJUAN PENULISAN

Dengan diadakan analisis kesalahan berbahasa ini diharapkan kepara pelajar mahasiswa yang berada pada jurusan bahasa khususnya dapat mengetahui kesalahan yang seringkali dilakukan serta berusaha untuk segera memperbaikinya. Juga digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap murid-muridnya kelak karena mereka yang diharapkan akan menjadi seorang pendidik khususnya guru bahasa.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Analisis

Analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam.Analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa, yang meliputi kegiatan mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi kesalahan yang terdapat dalam sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, mengklasifikasikan kesalahan itu dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan itu.

2.2 Pengertian Kesalahan Berbahasa

Dalam bukunya yang berjudul “Common Error in Language Learning” H.V. George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan (unwanted form) khususnya suatu bentuk tuturan yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa. Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan atau kesalahanPengertian kesalahan berbahasa dibahas juga oleh S. Piet Corder dalam bukunya yang berjudul Introducing Applied Linguistics. Dikemukakan oleh Corder bahwa yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadap kode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga merupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadap kode. Si pembelajar bahasa belum menginternalisasikan kaidah bahasa (kedua) yang dipelajarinya. Dikatakan oleh Corder bahwa baik penutur asli maupun bukan penutur asli sama-sama mempunyai kemugkinan berbuat kesalahan berbahasa. Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian kesalahan berbahasa yang telah disebutkan di atas, dapatlah dikemukakan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragraf, yang menyimpang dari sistem kaidah bahasa (Safriandi, S.Pd. )

.Beberapa Pandangan terhadap Kesalahan Berbahasa Kesalahan berbahasa adalah suatu peristiwa yang bersifat inheren dalam setiap pemakaian bahasa baik secara lisan maupun tulis. Baik orang dewasa yang telah menguasai bahaasanya, anak-anak, maupun orang asing yang sedang mempelajari suatu bahasa dapat melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa pada waktu mereka menggunakan bahasanya. Namun, jenis serta frekuensi kesalahan berbahasa pada anak-anak serta orang asing yang seedang mempelajari suatu bahasa berbeda dengan orang dewasa yang  telah menguasai bahasanya. Perbedaan ini bersumber dari perbedaan penguasaan kaidah-kaidah gramatika (grammatical competence) yang pada gilirannya jga menimbulkan perbedaan realisasi pemakaian bahasa yag dilakukannya (performance). Di samping itu, perbedaan itu juga bersumber dari penguasaan untuk menghasilkan atau menyusun tuturan yang sesuai dengan konteks komunikasi (comunicative competence).

2.3 Untuk Apa Menganalisa Bahasa ?

Disamping apa yang telah diterangkan di atas ada keperluan yang langsung menyangkut kita semua. Pada zaman penjajahan dahulu pendidikan hanyalah ditujukan pada kelompok kecil manusia elit saja, dengan tujuan supaya mereka itu dapat dipergunakan oleh kaum penjajah. Jika pada waktu itu sekolah-sekolah membuang waktu dan tenaga untuk keperluan sekelomok kecil manusia, biarlah, karena tujuannya memang tidak untuk seluruh rakyatnya. Tetapi pada era sekarang ini di dalam zaman kemerdekaan serta kemajuan yang pesat di segala bidang, keadaannya sama sekali telah berbeda. Kita tidak dapat lagi membuang-buang waktu dan tenaga siapapun untuk keperluan-keperluannya yang tidak berguna, untuk pekerjaan yang tidak efisien, dan lebih-lebih tidaklah disekolah-sekolah kita, tempat kita mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan rakyat kita, untuk memerangi buta huruf dan mengusahakan cara berpikir yang tepat dengan mempelajarinya dan menyelidiki alatnya yaitu bahasa. Untuk keperluan ini dibutuhkan pandangan yang benar-benar ilmiah tentang alat pendidikan dan berpikir kita., yaitu bahasa kita. Mengenai analisa bahasa kita perlu sekali untuk mengetahui betapa bahasa kita itu kita ucapkan dan ditulis, betapa bahasa kita itu disusun dan berfungsi. Pengetahuan ini pada dasarnya sangat penting untuk menuliskan buku-buku pelajaran dan melatih para guru dan untuk menjamin bahwa sekolah-sekolah kita mengerjakan pekerjaan yang memuaskan di dalam mengajarkan membaca, menulis, berbahasa, dan sikap yang terdidik terhadap bahasa kita. Untuk itu demi kesempurnaan dalam belajar bahasa untuk menghindari kekeiruan atau kesalahpahaman dalam berbahasa alangkah baiknya kitaadakan analisa bahasa dengan memaparkan perbandingan antara kesalahan bahasa itu sendiri dengan menun jukkan mana yang seharusnya diujarkan.

2.4 Pengertian Semantik

Kata semantik berasal dari bahasa Yunani ‘sema’ (kata benda) yang berarti ‘tanda’ atau ‘lambang’. Akar kata sema adalah ‘s’ dan ‘m’ sangat mirip dengan kata سمة dari kata (و) سم yang juga berarti tanda yang akar katanya adalah س (و) dan م . Kata kerja sema adalah ‘semaino’ yang berarti ‘menandai’atau ‘melambangkan’. Tanda atau lambang yang dimaksud disini adalah tanda-tanda linguistik. Padananya dalam bahasa Arab adalah ilmu al-dilalah yang berasal dari kata دليدلدلالة yang berati ‘menunjukkan’ seperti dalam Alquran هل أدلكم علي تجارة

Menurut Ferdinan de Saussure (1966), tanda lingustik terdiri dari : 1) Komponen yang menggantikan, yang berwujud bunyi bahasa. 2) Komponen yang diartikan atau makna dari komopnen pertama.

Kedua komponen ini adalah tanda atau lambang, dan sedangkan yang ditandai atau dilambangkan adalah sesuatu yang berada di luar bahasa, atau yang lazim disebut sebagai referent / acuan / hal yang ditunjuk.

Jadi, Ilmu Semantik adalah :

-Ilmu yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang

ditandainya.

-Ilmu tentang makna atau arti.

Perhatikan konsep berikut:

Rumah

I

II III

Semantik menitikberatkan pada bidang II yang tentu saja memperhatikan rujukan & bentuk lambang. Rujukan boleh saja konkret, oleh karena itu makanya mudah dijabarkan.sedangkan lambang berupa demokrasi,iman,nuansa zat itu bersifat abstrak oleh karena itu maknanya sulit diperinci. Dari sini jelas kiranya apa itu semantik.

2.5 Analisa Kesalahan Bahasa Asing Pada Level Semantik

Dalam hal analisa kesalahan pada level semantic ini kita tahu yang yang harus dianalisa adalah yang berhubungan dengan makna, baik kata,kalimat, ataupun konteks nberikut kami akan memaparkan sebagian dari contoh-contohnya diantaranya ialah ketika seorang pembelajar bahasa khususnya di Indonesia seringkali kita temui misalnya ketika kata جملة seringkali digunakan untuk menggungkapkan kata jumlah dalam bahasa Indonesia, misalnya dimaksudkan untuk ungkapan “ Jumlah mereka adalah….” Padahal sesungguhnya adalah dengan menggunakan kata عدد demikian juga kata الطابق الأول yang seharusnya di Indonesia yang dipahamilantai paling bawah padahal ada lagi istilah dari lantai paling bawah dalam bahasa arab itu adalahالطابق الأرضى dalam pemahaman ini jika kekeliruan itu terjadi disaat bicara sama native speaker akan terjadi kesalahpahaman, begitupun juga kata الثانوية yang kita kinal dengan sekolah tingkat SMP namun dalam pemahaman orang Arab asli akan berbeda yang mana dipahami dengan sekolah setingkat dengan SMA. Selain itu juga dalam bahsa Inggris misalnya

yaituPemindahansemantik bisa terjadi apabila untuk kata hubungan diberikan kata Inggris connection di dalam kalimat * The teacher has a good connection with his parents untuk kalimat * Guru itu mempunyai hubungan baik dengan orang tuanya, yang mestinya * The teacher and this parents are good friend. Contoh pemindahan semantik yang lain ialah apabila untuk kata ikut diberikan kata Inggris follow di dalam kalimat * May I follow you? Untuk kalimat Boleh aku ikut engkau ? yang mestinya * May I come with you?, contoh yang lain yaitu apabila orang Indonesia yang menguasai bahasa Inggris mengatakan * My key is lost yang artinya kunci saya hilang, yang seharusnya I lose my key.

Di samping itu lebih jelasnya perhatikan bagan dibawah ini sebagai contoh-contoh dalam analisa bahasa asing.

1. Exemples of Error Analysis at semantic level in English

ERRORS

CORRECTS
  1. I want to collect my task
  2. I will enter a lecture to day
  3. May I follow you ?
  4. Don’t be busy ,please!
  1. I want to submit my task
  2. I will attend a lecture to day
  3. May I come with you ?
  4. Don’t bother your self, please!

2. Exemples of Error Analysis at semantic level in Arabic

التصحيح

الأخطاء

1. هذه الحالة الطارئة تلزمنى لرجوع

2. كنت أدرس فى المدرسة العالية

3. قد رأيت الجبال الشاهق

4.اِنْتَهِزْ وَقْتَكَ

5. ما لك لهذا

6. ذهبت معخالتىبالأمس

1.هذه الحالة الضرورية تلزمنى لرجوع

2. كنت أدرس فى المدرسة الثانوية

3. قد رأيت الجبال العالية

4.اِسْتَعْمِلْ وَقْتَكَ

5. لاَ تَتَدَخَّلْ

6. ذهبت مع عمّى بالأمس

Jelas kiranya betapa besarnya peranan transfer itu di dalam penguasaan bahasa kedua.Transfer yang merupakan rintangan itu berupa keseluruhan perbedaan antara kedua bahasa itu.Kemudian diadakan perbandingan antara hasil analisis itu dan diperolehnya pengetahuan tentang persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara bahasa pertama dan bahasa yang akan diajarkan itu.

2.5 Tujuan dan Manfaat Analisis Kesalahan Berbahasa

Tujuan Analisis Kesalahan

Analisis kesalahan merupakan usaha membahas kebutuhan-kebutuhan praktis guru kelas. Secara tradisional, analisis kesalalahan bertujuan menganalisis kesalahan-kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pembelajar bahasa kedua. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu guru dalam hal menentukan urutan bahan pengajaran, memutuskan pemberian penekanan, penjelasan dan praktik yang diperlukan, memberikan remidi dan latihan-latihan, dan memilih butir-butir bahasa kedua untuk keperluan tes profisiensi pembelajar (Sudiana, 1990:103).

2.6 Cara-cara agar kita terbiasa menggunakan makna yang sesuai dalam bahasa asing diantaranya adalah:

  1. Ada baiknya orang memiliki kamus dan selalu membacanya serta mendalami maknanya dan cara pemakaian kata yang terdapat dalam kamus
  2. Sebaiknya banyak membaca surat kabar atau majalah dan menyaksikan siaran berita international
  3. Mengikuti ceramah terutama ceramah yang berhubungan dengan kebahasaan. Kegiatan ini bukan saja berguna untuk menambah kosa kata tetapi juga menambah kaidah bahasa.
  4. Menggunakan bahasa baik dalam situasi formal atau informal dengan selalu memperhatikan kaidahnya
  5. Membaca buku-buku tata bahasa sehingga kita mendapat petunjuk bagaimana caranya mengoperasikan kata dan kalimat
  6. Banyak membaca buku hasil karya sastra sehingga selain kosa kata bertambah, juga mendapat informasi mengenai pemakaian kata dan kalimat yang bernilai rasa tinggi

2.7 langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan guru agar

dapat mengoptimalkan sebuah analisa kesalahan dan pembenarannya

Bagi seorang guru, hal yang penting adalah menemukan kesalahan itu kemudian menganalisisnya. Hasil analisis sangat berguna untuk tindak lanjut proses belajar-mengajar yang dilakukan.

Dengan memperhatikan tujuan di atas, seorang guru yang akan menerapkan analisis kesalahan tentunya harus memiliki pengetahuan kebahasaan yang memadai. Dia harus paham benar tata bahasa yang baku dan berlaku. Misalnya tentang kebakuan pelafalari, tulisan (ejaan), bentukan kata, dan tata kalimatnya. Dalam hal ini guru dihadapkan pada dua persoalan, yaitu apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya.

Pengetahuan yang cukup memadai sangat diperlukan oleh seorang guru. Lebih-lebih pengetahuan dan pemahaman tata bahasa

BAB III

PENUTUP

2.8 Kesimpulan

Pemindahansemantik bisa terjadi apabila untuk kata hubungan diberikan kata inggris connection di dalam kalimat * The teacher has a good connection with his parents untuk kalimat * Guru itu mempunyai hubungan baik dengan orang tuanya, yang mestinya * The teacher and this parents are good friend. Contoh pemindahan semantik yang lain ialah apabila untuk kata ikut diberikan kata Inggris follow di dalam kalimat * May I follow you? Untuk kalimat Boleh aku ikut engkau ? yang mestinya * May I come with you?, contoh yang lain yaitu apabila orang Indonesia yang menguasai bahasa Inggris mengatakan * My key is lost yang artinya kunci saya hilang, yang seharusnya I lose my key.

Di samping itu lebih jelasnya perhatikan bagan dibawah ini sebagai contoh-contoh dalam analisa bahasa asing.

1. Exemples of Error Analysis at semantic level in English

ERRORS

CORRECTS
  1. I want to collect my task
  2. I will enter a lecture to day
  3. May I follow you ?
  4. Don’t be busy ,please!
  1. I want to submit my task
  2. I will attend a lecture to day
  3. May I come with you ?
  4. Don’t bother your self, please!

2. Exemples of Error Analysis at semantic level in Arabic

التصحيح

الأخطاء

1. هذه الحالة الطارئة تلزمنى لرجوع

2. كنت أدرس فى المدرسة العالية

3. قد رأيت الجبال الشاهق

4.اِنْتَهِزْ وَقْتَكَ

5. ما لك لهذا

6. ذهبت معخالتىبالأمس

1.هذه الحالة الضرورية تلزمنى لرجوع

2. كنت أدرس فى المدرسة الثانوية

3. قد رأيت الجبال العالية

4.اِسْتَعْمِلْ وَقْتَكَ

5. لاَ تَتَدَخَّلْ

6. ذهبت مع عمّى بالأمس

Jelas kiranya betapa besarnya peranan transfer itu di dalam penguasaan bahasa kedua.Transfer yang merupakan rintangan itu berupa keseluruhan perbedaan antara kedua bahasa itu.Kemudian diadakan perbandingan antara hasil analisis itu dan diperolehnya pengetahuan tentang persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara bahasa pertama dan bahasa yang akan diajarkan itu.

Langkah-langkah meminimalisir kesalahan dalam berbahasa asing

  1. Ada baiknya orang memiliki kamus dan selalu membacanya serta mendalami maknanya dan cara pemakaian kata yang terdapat dalam kamus
  2. Sebaiknya banyak membaca surat kabar atau majalah dan menyaksikan siaran berita international
  3. Mengikuti ceramah terutama ceramah yang berhubungan dengan kebahasaan

DAFTAR PUSTAKA

Samsuri,1985.Analisa Bahasa.Jakarta: Erlangga

Prof.Dr.Petada,Mansur,2001.Semantik Leksikal.Jakarta: Rineka Cipta

Abdul Chaer, Linguistik Umum, 2007 Jakarta, Rineka Cipta,

Kamus Arab Munjid, wal m’ajim al-Arabiyah ukhra

Taufiqurrohcman, 2008 Leksikologi Bahasa Arab, , UIN-Malang Press

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: