Keindahan Dalam Hidupku Ada Pada Bahasa

Media Pembelajaran

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks dimana banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut adalah media pengajaran yang di bawakan oleh seorang guru. Karena keberhasilan proses belajar mengajar di tentukan oleh faktor media yang di bawakan seorang guru.

Hampir setiap guru mungkin pernah menemukan suasana kelas yang tidak kondusif untuk proses pembelajaran. Para siswa tidak merespon apa yang guru bawakan dan guru merasa kurang efektif berbicara di depan siswa karena siswa tidak memperhatikan guru, ramai sendiri, main komputer dan kelas berubah menjadi gaduh. Jelas suasana begitu tidak akan mencapai tujuan pembelajaran seperti yang direncanakan. Oleh karena itu, perlu adanya media-media pembelajaran yang efektif yang dibawakan oleh seorang guru, agar dapat terwujud keadaan yang kondusif, sehingga tujuan pengajaran bisa tersampaikan secara maksimal.

Berikutnya…

  1. B.     Rumusan Masalah

1. Apa media pembelajaran itu?

2. Apa saja macam-macam media pembelajaran itu?

3. Apa fungsi dan tujuan dari media pembelajaran itu?

  1. C.    Tujuan

1. Agar kita dapat memahami apa media pembelajaran itu.

2. Agar kita dapat mengetahui macam-macam media pembelajaran yang ada.

3. Agar kita dapat mengetahui seberapa penting media pengajaran itu

BAB II

MEDIA PEMBELAJARAN

  1. A.    Pengertian Media Pembelajaran

Banyak sekali pengertian media pembelajaran yang diungkapkan oleh para tokoh, tapi menurut terminology kata media berasal daribahasa latin “medius” yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. [1]sedangkan dalam bahasa arab media berasal dari kata wasaaila artinya pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Secara umum, media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima. Media pengajaran secara luas dapat diartikan sebagai berikut: “Setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap (Achsin, 1986). Dalam pengertian ini, guru, buku, komputer, gambar, dan lingkungan sekolah adalah media.

Menurut Berlach dan Ely (1971) mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Menurut Heinich, dkk 1985 Media pembelajaran adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.

Media Martin dan Briggs 1986 mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.

Menurut H Malik 1994 media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran bahasa arab adalah: Setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikapdalam pelajaran bahasa ARAB.

Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya seorang guru untuk menggunakan media pengajaran sebagai alat untuk meminimalisir kesulitan yang dihadapi oleh murid. Perkembangan yang begitu pesat dan semakin modern makin mempermudah bagi seorang pendidik untuk memanfaatkan berbagai macam media yang ada.

Seabagai contoh dalam mencapai tujuan tersebut, Madrasah Ibtidaiyah menghadapi permasalahan-permasalah serius dan kompleks. Diantara permasalahan itu adalah faktor guru yang tidak profesional dan materi yang kurang memadai. Dari faktor guru, temuan penelitian Masyruhah (2001) menunjukkan tidak ada satupun guru bahasa Arab di MI se-kecamatan Sugio kabupaten Lamongan yang berlatar belakang pendidikan guru bahasa Arab. Sedangkan dari faktor materi, kajian Asrori (2001) terhadap empat macam buku teks yang diberlakukan menunjukkan bahwa keempatnya mengalami kelemahan-kelemahan yang serius. Kelemahan-kelemahan itu meliputi (1) isi tidak sesuai dengan kurikulum, (2) kalimat tidak kontekstual, (3) over kaidah, (4) sekedar memenuhi pola struktur, (5) tidak bergambar, (6) mengenalkan istilah gramatika, (7) menggunakan penerjemahan sebagai model.[2]

Dari pengertian di atas, dapat diambil kesempatan ciri-ciri media pembelajaran diantaranya:

  1. Penggunaanya dikhususkan atau dialokasikan pada kepentingannya.
  2. Merupakan alat untuk menjelaskan apa yang ada dibuku pelajaran baik berupa kata-kata simbol atau bahkan angka-angka,
  3. Media pembelajaran bukan hasil kesenian,
  4.  Pemanfaatan media pembelajaran tidak sebatas pada suatu keilmuwan tertentu tapi digunakan pada seluruh keilmuwan.

Menurut sejarahnya, media pengajaran pertama kalinya disebut visual-education (alat peraga pandang), kemudian menjadi audio-visual aids (bahan pengajaran), seterusnya berkembang menjadi audio-visual communication (komunikasi pandang dengar), dan selanjutnya berubah menjadi educational tecnology (teknologi pendidikan)

  1. B.     Macam-macam Media Pengajaran

1.   Media Berbasis Manusia

Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi. Salah satu contoh yang terkenal adalah gaya tutorial Socrates. System ini tentu dapat menggabungkannya dengan media visual lain. Pertanyaan yang timbul adalah “ Bagaimana kita dapat menggunakan komunikasi tatap muka antar-manusia agar pelaksanaan rencana pelajaran efektif?”.

Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingi secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Misalnya, media manusia dapat mengarahkan dan mempengaruhi proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar. Guru dan instruktur dapat merangkai pesannya untuk satu kelompok khusus, dan setelah itu dirangkai menurut kebutuhan belajar kelompok siswa atau irama emosinya. Sebagaian kelompok dapat dimotivasi dan tertarik belajar sedangkan sebagian lainnya mungkin menolak dan melawan terhadap pelajaran.

Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif, yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates. Rancangan pengajaran yang berpusat pada masalah dibangun berdasarkan masalah yang harus dipecahkan oleh pelajar.

2.   Media Berbasis Cetakan

Materi pengajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.

  1. 3.      Media Berbasis Visual

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (Misalnya melalui elabarosi struktur organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi manteri pelajaran dengan dunia nyata.agar menjadi efektif, visual sebaliknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berintraksi dengan visual (image) itu untuk menyakinkan terjadinya proses informasi.

Bentuk visual bisa berupa :

  1. gambar representasi seperti gambar, lukisan, atau foto yang menunjukkan tampaknya sesuatu benda.
  2. Diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi material,
  3. Peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsure-unsur dalam isi manteri.
  4. Grafik seperti table, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angka-angka.
  1. 4.      Media Berbasis Audio-Visual         

Media visual yang menggabungkan penggunaan suara(audio) dan Gambar(visual). memperlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksikan. Salah satu. pekerjaan  penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memperlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.

Naskah yang menjadi bahan narasi disaring dari isi pelajaran yang kemudian disintesis ke dalam apa yang ingin ditunjukkan dan dikatakan. Narasi ini merupakan penuntun bagi tim produksi untuk memikirkan bagaimana video menggambarkan atau visualisasi materi pelajaran. Pada awal pelajaran media harus mempertunjukkan sesuatu yang dapat menarik perhatian semua siswa. Hal ini diikuti dengan jalinan logis keseluruhan program yang dapat membangun rasa berkelanjutan- sambung-menyambung dan kemudian menuntun kepada kesimpulan atau rangkuman. Kontinuitas program dapat dikembangkan melalui penggunaan ceritera atau permasalahan yang memerlukan pemecahan.

  1. 5.      Media Berbasis Komputer

            Dewasa ini computer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Computer berperan sebagai menajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dalam nama computer-managed instruction (CMI). Ada pula peran computer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi ateri pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer-assisted instruction (CAI). CAI mendukung pengajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan media computer.

Penggunaan computer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut:

1.   merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran;

2.   mengevaluasi siswa (tes)

3.   mengumpulkan data mengenai siswa

4.   melakukan analisis statistic mengenai data pembelajaran

5.   membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan)

Menurut Kemp & Dayton (1985) mengelompokkan media ke dalam delapan jenis, yaitu[3]:

  1. Media Cetakan

Meliputi bahan-bahan yang disiapkan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi. Di samping buku teks atau ajar, termasuk pula lembaran penuntun berupa daftar cek tentang langkah-langkah yang harus di ikuti ketika mengoperasikan sesuatu peralatan atau memelihara peralatan. Lembaran ini berisi gambar atau foto di samping teks penjelasan. Penuntun pelajaran adalah bentuk media cetak lain yang mempersiapkan dan mengarahkan siswa bagaimana untuk maju ke unit berikutnya dan menyelesaikan  mata pelajaran.

  1. Media Pajang

Pada umumnya digunakan untuk menyapaikan pesan atau informasi di depan kelompok kecil. Media ini meliputi papan tulis,flip chart, papan magnet, papan kain papan bulletin, dan pameran.media panjang yang paling sederhana dan hampir selalu tersedia adalah papan tulis. Dengan perencanaan yang baik,kapur berwarna, menampilkan informasi pada saat siswa harus melihatnya papan tulis dapat menjadi alat penyajian pelajaran yang efektif.

  1. Proyektor transparasi (OHP)

Transparasi yang di proyeksikan adalah visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik, atau gabunganya pada lembaran bahan tembus pandang atau plastic yang dipersiapkan untuk di proyeksikan ke sebuah laya atau dinding melelui sebuah proyektor. Kemampuan proyektor memperbesar gambar membuat media ini berguna untuk menyajikan informasi pada kelompok yang besar dan pada semua jenjang. OHP dirancang untuk dapat digunakan di depan kelas sehingga guru dapat selalu berhadapan atau menatap siswanya. Penataan letak laya dan proyeksi bayangan sering menimbulkan layar yg berbentuk trapezium (keystone) yng sering mengganggu penampilan tayangan dan pandangan siswa. Akan tetapi halitu dapat diatasi dengan memiringkan layer.

  1. Rekaman audio tape

Pesan dan isi pelajaran dapat direkam pada tape magnetic sehingga hasil rekaman itu dapat diputar kembali pada saat di inginkan. Pesan dan idi pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar. Materi rekaman audio tape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu. Rekaman dapat disiapkan untuk kelompok siswa, dan Sekarang ini sudah lumrah rekaman dipersiapkan untuk penggunaan perorangan.

  1. Slide (film bingkai)

adalah suatu film transparansi yang berukuran 35mm dengan bingkai 2×2 inci. Bingkai tersebut terbuat dari karton atau plastic. Film bingkai diproyeksikan melalui slide projector. Jumlah film bingkai yang akan ditayangkan untuk suatu program tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai.

Dengan demikian, lama penayangan atau panjangnya program sangat bervariasi. Program visual dapat dikombinasikan dengan suara yang dikenal dengan film bingkai bersuara. Program kombinasi film bingkai bersuara pada umumnya berkisar antara 10 sampai 30 menit dengan jumlah gambar yang bervariasi dari 10 sampai 100 buah  lebih. Berbeda dengan gambar yang disertai suara rekaman waktu tayangannya sudah tertentu, gambar yang tidak disertai suara dapat ditayangkan seberapa lama pun sesuai dengan kebutuhan dan isi pesan dan informasi yang ingin disampaikan melalui gambar tersebut.

  1. Film dan Video

Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layer terlihat gambar itu hidup. Film bergerak dengan cepat dan bergantian sehingga memberikan visual yang kontinu. Sama halnya dengan film,video dapat menggambarkan suatu obyek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan film dan video melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi,dan pendidikan. Mereka dapat manyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkan atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.

  1. Komputer

Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elekronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit. Satu unit computer terdiri atas empat komponen dasar, yaitu input (misalnya keyboard dan writing pad), prosesor (CPU: unit pemroses data yang diinput), penyimpanan data (memori yang menyimpan data yang akan diproses oleh CPU baik secara permanen (ROM) maupun untuk sementara (RAM), dan output (misalnya layar monitor, printer atau plotter).

Komputer dewasa ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan dan mengendalikan berbagai peralatan lainnya, seperti CD player, video tape, dan audio tape. Disamping itu, computer dapat merekam, menganalisis,dan memberi reaksi kepada respons yang diinput oleh pemakai atau siswa.

Pemanfaatan computer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan pengajaran dengan bantuan computer (CAI) dikembangkan dalam beberapa format, antara lain drills and practice, tutorial, simulasi, permainan,dan discovery. Computer telah pula digunakan untuk mengadministrasikan tes dan pengelolaan administrasi sekolah.

Levie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu;

a.   Fungsi atensi

media visual merupakan inti,yaitu menarik dan mengarahkan perhatian    siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar, khususnya gambar yang diproyeksikan melalui overhead projector dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.

b.   Fungsi afektif

Dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras.

  1. Fungsi kognitif

Terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

  1. Fungsi kompensatoris

            Terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali dengan kata lain, media pengajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

BAB III

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

Media pembelajaran bahasa arab adalah : Setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikapdalam pelajaran bahasa ARAB.

Macam-macam media pembelajaran bahasa arab antara lain :

  • Media berbasis manusia, merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi.
    • Materi pengajaran berbasis cetakan, yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas.
    • Media visual, yang menggabungkan penggunaan suara (audio) dan Gambar (visual).
    • Computer, berperan sebagai menajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dalam nama computer-managed instruction (CMI).

Fungsi media pembelajaran :

  • Fungsi atensi
  • Fungsi afektif
  • Fungsi kognitif
  • Fungsi kompensatoris

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pengajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Asrori, Imam. 2001. Konsepsi Kurikulum Tentang Pengajaran BA di MI dan Kelemahan Pengembangannya Dalam Buku Teks. Makalah disajikan pada PINBA II di UGM Yogyakarta, 20-21 Juli 2001.

Asnawir. 2002. Media pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers

Ainin, Muhammad. 2006. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: Miskat


[1] Azhar Arsyad, Media pengajaran (Jakarta, PT Raja Grafindo Persada : 1997) hal  3

[2] Imam Asrori, Konsepsi Kurikulum Tentang Pengajaran BA di MI dan Kelemahan Pengembangannya Dalam Buku Teks, Makalah disajikan pada PINBA II di UGM Yogyakarta, 20-21 Juli 2001.

[3] Asnawir, Media pembelajara.( Jakarta, Ciputat Pers : 2002) hal  27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: