Keindahan Dalam Hidupku Ada Pada Bahasa

    • SEKILAS TENTANG PONPES

      SIDOSERMO(AN-NAJIYAH)

      • SEKILAS TENTANG PONPES

        SIDOSERMO(AN-NAJIYAH)

        KH. Mas Yusuf Bin Muhajir

       KH. Mas Yusuf Bin MuhajirKota Surabaya yang juga dikenal dengan kota pahlawan adalah ibukota Propinsi Jawa Timur. Kota ini adalah tempat kelahiran organisasi NU yang didirikan oleh para Ulama Pesantren dengan cikal bakalnya Taswirul Afkar.

      • Saat ini kota Surabaya mengalami perubahan yang besar, dimana-mana didirikan plaza, mall,dan segala macam tempat hiburan. Yang secara langsung atau tidak langsung mengubah pola hidup dan taat nilai kehidupan masyarakatnya. Karena itu perlu adanya lembaga penyeimbang yang siap memberikan filter atau penyaring, yang membentengi generasi penerus agar tidak terkontaminasi oleh arus budaya dari luar.

      • Baca Selengkapnya
      • Di pinggiran kota, tepatnya di kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo berdirilah Pondok Pesantren tertua, yang sekarang dikenal dengan nama Pondok Pesantren An-Najiyah. Dalam catatan sejarah Pondok Pesantren ini didirikan pada tahun 1613 oleh KH. MAS Ali Akbar putra Sayyid Sulaiman ( Sunan Mojoagung cucu dari Sunan Gunung Jati) bin Sayyid Abdurrahman bin Umar bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Achmad bin Sayyid Abu Bakar Al-Basyaiban.

        Pondok Pesantren ini sakarang dibawah asuhan beberapa orang Kyai. Antara lain: K.H. Mas Yusuf Bin KH Mas Muhajir. KH.Mas Muhajir beliau adalah putra KH. Mas Mansur. KH.Mas Muhajir Memangku Pesantren Sidosermo juga sekaligus perintis lembaga pendidikan formal di An-Najiyah. Beliau dikenal sebagai ulama pejuang kemerdekaan,juga dikenal sebagai prajurit yang ikut mengangkat senjata melawan tentara belanda dalam revolusi kemerdekaan. KH.Mas Muhajir berangkat mengangkat senjata bergabung dengan Bataliyon Mansur Sholihin. Karir perjuangan ini mulai ketika berada di Brangkal Mojokerto, dimana beliau dipercaya ayahandanya memangku Pesantren Al-Ikhsan di Brangkal. Dan beliau kembali ke Surabaya bersama Pak Jarot pada tahun 1949.

        KH.Mas muhajir yang lahir pada tahun 1912. Menuntut ilmu agama Islam dan bermukim di Makkah selama 6 tahun setelah sebelumnya menjadi santri di Tebu Ireng Jombang. Kemudian berturut menuntut ilmu agama pada pesantren KH.Zaenal Abidin, di Mojosari-Nganjuk. KH. Halim,Sukrejo-Banyumas, KH.Muntaha, Jangkabuan Bangkalan-Madura dan pada KH Zahid, Sumelo- Jombang. Disamping itu pernah juga nyantri pada KH.Zaenal, Bungah-Gresik dan pada KH. Ya’qub, Panji Buduran-Sidoharjo

        Saat ini Pondok Pesantern An-Najiyah telah dilengkapi pendidikan formal TK-SD-SMP-SMU, selain itu juga ada Madrasah Diniyah Putra dan Putri. Madrasah Diniyah Putra dibawah pimpinan KH.Mas Khoirul Anam, sadangkan Madrasah diniyah Putri dibawah pimpinan Nyai.Hj.Mas Jazilatul Chikmiyah Muhajir, dan diasuh oleh KH.Mas Yusuf Muhajir. KH.Mas Yusuf Muhajir setelah menamatkan pendidikan di SD,SLTP An-Najiyah kemudian sebuah SMU di Surabaya kemudian melanjutkan pendidikan di Timur Tengah tepatnya di Syiriah kurang lebih 5tahun. Beliau adalah salah satu wakil ketua yayasan An-Najiyah disamping KH.Mas Faqihuddin Muhajir, KH.Mas Abdullah Muhajir dan KH.Mas Mansur Muhajir sebagai ketua Umum Yayasan. Sedangkan KH. Mas Anshor Muhajir adalah pemangku Pondok Pesantren Al-Wasilah dan pendiri Yayasan Pendidikan An-Najiyah. Akan halnya dengan pondok itu sendiri berkembang menjadi pondok putri Barat dibawah asuhan Nyai.Hj.Mas Fatimah Muhajir, Pondok Pesantren Putri Timur dibawah asuhan Nyai Hj. Chasanah istri Almaghfurlah KH. Mas Muhajir Mansur. Disamping ada pesantren Al-Wasilah dibawah asuhan KH.Mas Anshor Muhajir.

        Dalam paparan ini kami sedikit mengulas tentang Ponpes An-Najiyah, yaitu ponpes dimana penulis menimba ilmu disana. Ponpes yang dibilang cukup tua ini seolah-olah meninggalkan bekas aura tersendiri dimana tidak tiap malam terdengar ramainya santri yang melakukan berbagai kegiatan disana, tentunya kegiatan itu ditujukan untuk melestarikan budaya islami yang sejak dahulu ada. Diantaranya ialah pembacaan diba’ dan khitobah yang dilakukan setiap malam jum’at, disamping itu pula suara qiasan (hafalan dengan cara mengulang sebuah nadhoman) yang dilantunkan setiap malam hari. Memang sih metode yang digunakan dalam proses pembelajaran ini disamping dipacu untuk menekuni agama selain itu pula para santri dituntut untuk mengenal hidup bermasyarakat,menjalani kehidupan yang sederhana, serta dipacu untuk bekerja keras. Hal ini semata-mata untuk melatih masa depan kehidupan santri yang kelak menjadi harapan masyarakat nantinya.Selain itu pula terdapat yayasan KBIH Ahlun Najiyah yang didirikan oleh KH.Mas Abdul Rozaq Utsman Almarhum yang hingga kini melayani biro travel Ibadah Umroh ataupun Ibadah Haji

        Demikian sekilas ulasan mengenai seluk beluk pondk Pesantren An-Najiyah, mudah-mudahan bermanfaat bagi para santri yang menimba ilmu agama di pesantren ini khususnya Amin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: